Pengertian Permintaan dan Penawaran Beserta Teorinya

Pengertian Permintaan dan Penawaran Beserta Teorinya

Heather Morris – Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain. Manusia saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Setiap manusia pasti membutuhkan suatu produk yang tidak dapat diproduksinya tetapi dapat diproduksi oleh orang lain, baik berupa barang maupun jasa, dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Misalnya kita membeli beras, gula, kopi, dll. karena kita tidak mampu untuk melakukannya. Manusia akan selalu berusaha untuk memuaskan barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang lain sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kemampuannya. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut sangat erat kaitannya dengan supply and demand. Berikut ini adalah pemeriksaan yang lebih rinci dari penawaran dan permintaan.

 

definisi penawaran

Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan pada harga tertentu dan selama waktu tertentu. Hal ini merupakan upaya yang dilakukan produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumen, produsen akan menyediakan berbagai jenis barang dan jasa yang dapat dipilih konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.

 

Barang dan jasa yang merupakan hasil produksi tersebut ditawarkan dan dijual kepada konsumen pada tingkat harga tertentu. Permintaan publik berkaitan erat dengan pembelian dan penggunaan, sedangkan penawaran publik berkaitan erat dengan penawaran dan penjualan. Jadi, pada hakikatnya penawaran adalah serangkaian barang dan jasa yang disediakan oleh produsen untuk dijual kepada masyarakat pada tingkat dan situasi harga tertentu. baca juga amanat cerita malin kundang

 

Definisi aplikasi

Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diminta atau akan diperoleh oleh masyarakat atau konsumen pada harga tertentu dan dalam waktu tertentu. Orang atau konsumen membeli barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Situasi ini mempengaruhi tingkat harga suatu barang atau jasa.

 

teori permintaan

Teori permintaan menjelaskan sifat permintaan pembeli atas suatu barang dan menjelaskan hubungan antara kuantitas yang diminta, harga dan pembentukan kurva permintaan. Produsen memproduksi suatu komoditi karena konsumen membutuhkannya dan konsumen bersedia membelinya. Konsumen ingin membeli barang yang mereka butuhkan jika harga produk sesuai dengan keinginan mereka. Menurut Rahardja dan Manurung (2008), beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan barang adalah:

 

Harga barang itu sendiri.

Sifat hubungan antara permintaan dan harga dijelaskan dalam hukum permintaan. Hipotesis hukum permintaan menyatakan bahwa semakin rendah harga suatu barang maka semakin banyak jumlah yang diminta dari barang tersebut, sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang maka semakin rendah permintaan barang tersebut.

 

Harga barang terkait lainnya

Hubungan antara dua kelas barang dapat bersifat substitusi atau komplementer. Menurut Djojodipuro (1991), barang substitusi adalah barang yang memenuhi kebutuhan yang sama. Barang substitusi biasanya sama sekali tidak tergantikan, sehingga konsumen dapat memilih mana yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya.

 

teori pasokan

Teori penawaran menjelaskan sifat penjual dengan menawarkan produk untuk dijual (Sugiarto 2007). Pernyataan yang menjelaskan sifat hubungan antara harga suatu komoditi dan jumlah komoditi yang ditawarkan oleh produsen dikenal sebagai hukum penawaran.

 

Secara umum, semakin tinggi harga suatu komoditas, semakin banyak jumlah komoditas yang akan ditawarkan penjual. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang, semakin rendah kuantitas yang ditawarkan oleh penjual. Menurut Rahardja dan Manurung (2008), beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran barang adalah:

 

Harga barang itu sendiri.

Sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah yang ditawarkan dari barang tersebut dikenal sebagai hukum penawaran. Secara umum, semakin tinggi harga suatu komoditas, semakin banyak komoditas yang akan ditawarkan penjual.

 

Dari segi kuantitas, kurva penawaran menunjukkan harga minimum yang mendorong penjual untuk menjual berbagai kuantitas. Penjual bersedia menerima harga yang lebih tinggi untuk jumlah tertentu, tetapi tidak untuk yang lebih rendah.